Masih segar di ingatan ku, saat berjalan disekitar kaki gunung menuju Curug Barong (air terjun), air terjun yg susah di capai bagi yg tidak terbiasa, harus melewati sawah yg luas, air kali, tebing dan hutan. Sebelum memasuki lokasi air terjun kita harus berenang dulu untuk mencapainya. Udara yang sejuk, air dingin membuat suasana perjalan semakin asik.
3 tahun dulu pernah aku lakukan perjalanan itu dgn beberapa siswa, hari ini terasa ada rindu untuk kembali ke air terjun, menikmati alam terbuka dengan udara yg sejuk.
Rindu barong sangat terasa, saat terjun dari atas air terjun degan ketinggian lebih 50 meter, dan jatuh di air yg sejuk dan dingin.
Curug yang dikelilingi pohon pinus dan tebing-tebing curam.
Barong apakah sudah berubah ?, karena alam adalah sahabat, alam adalah kenikmatan, maka alam harus di syukuri keberadaanya.
Rindu…..
January 28th, 2012, posted in Mimpi IndahMimpi
January 25th, 2012, posted in Mimpi IndahBentang benang setengah tiang….
berkibar kain sisi kuning
muka daun basah semua
karena si kecil berlari di atas air
yang menanti di halte, seakan menanggis tapi tak sampai
karena cinta telah tertiup badai membawa ara yg tak pasti
hujan semakin lebat, mengharap berlalu
mengharap datangp yg tak pasti
mengharap tersenyum
mengharap sepi tak pasti
datanglah cinta. atau aku bangun dari mimpi
mimpi tak selalu indah
Kampung GOT
January 23rd, 2012, posted in Mimpi Indah
Senin, 23 Januari 2012
Kampung Got..sama dgn kampung-kampung lainya, hanya perbedaannya kampung got tidak memiliki tempat penampungan sampah, setelah satu minggu lebih saya amati, sampah di buang masyarakat ke Kali Angke, kali yg memiliki kisah panjang kalau dibaca di internet, beberapa masyarakat mulai terlihat banyak yg sakit, penyebabnya pasti dari sampah yg dibuang dipinggir kali dan hanyut saat air pasang.
Selama satu minggu saya mulai share keteman-teman relawan di Bogor, jakarta, sambutan datang di berbagai pihak mulai dari PMI Kota bogor dengan Relawannya (PMR-KSR-TSR), Climate Projeck Indonesia, teman-teman IPB, dan relawan AKA, dgn tekad saya coba mengadakan acara “BUMI ku Rumah KU” dgn inti kebersihan lingkungan, memperbaiki gizi masyarakat, penghijauan, dan penyuluhan manfaat sampah, sampai membentuk Bank Sampah, sehingga sampah memiliki nilai Ekonomis, sambutan masyarakt luar biasa, karena masyarakat tdk dapat disalahkan karena ketidak tahuan mereka tetang mengelola sampah dgn baik.
Awalnya banyak pihak curiga di ada sisi Bisnis, atau sisi politis, saya tetap berjalan tanpa peduli, karena niat dalam hati jelas saya memiliki kemampuan untuk share dan link dgn bantuan teman - teman relawan, tanpa biaya sama sekali saya mulai coba berjalan, akhirnya untuk kampung got ada pihak dari salah satu lembaga linkungan dgn menyumbang Pohon sebanyak 100 bibit, dan TCP (Climate projeck indonesia) melalui Bu Amanda dan teman saya dapat dukungan, dan luarbiasanya anggota PMR kota bogor mengerahkan 80 otg dan anak-anak Fotografer turun mendukung, akhirnya membersikan Kampung GOT terlaksana, Lelah dan cape hilang sudah , tinggal bagiamana kesadaran masyarakat untuk melanjutkan masukan dari teman-teman relawan bagaimana mengelola sampah dgn baik, penyuluhan dari relawan dari Mahsiswa AKA bogor sudah jelas.
Sampah yg dibuang kekali, tidak ada masalahnya dgn penduduk kampung GOT, tapi masalah bagi menerima sampah tersebut di hulu sungai, semoga ada kesadaran dan solusi mengenai sampah, cari langkah baru bukan cari masalah, karena Bumi memang rumah kita, apakah kita bisahidup ditengah-tengah sampah yg kotor dan bau ?
Cara mengurangi sampah, mudah saja , jangan menerima plastik saat belanja kewarung/pasar, bawa belanjaan dgn Tas belanja yg kita bawa dari rumah, Timbun sampah Organik di halaman rumah agar menjadi pupuk, kumpulkan limbah plastik botol, gelas mineral lalu jual. Cuma kita kadang malas melakukan karena sudah terbiasa gampang membuang, semoga manfaat dan generasi mudah yg hadir di Kampung GOT menjadi Relawan yg peduli, karena Bumi ini memang untuk generasi yg akan datang.
Guru Tangguh Bercahaya Hati
September 29th, 2011, posted in Mimpi IndahOmjay dan mas mampu Onno
Belakangan ini saya sedih membaca, dan mendapatkan informasi seorang guru dipecat oleh kepala sekolahnya tanpa alasan yang jelas. Padahal guru yang bersangkutan sudah mengajar cukup lama. Waktu 8 tahun saya kira sudah cukup lama guru itu mengabdikan diri di lingkungan sekolahnya yang berlabel sekolah negeri. Namun nasib, sudah 8 tahun mengabdikan diri, belum juga diangkat jadi guru PNS. Status sebagai guru honorer disandangnya hingga 8 tahun lamanya. Kini dia dipecat oleh bapak kepala sekolah, dan harus memulai hidup baru sebagai seorang guru di sekolah swasta.
Bila saya yang menjadi guru itu, maka saya akan tetap tegar menghadapinya. Guru itu harus menjadi manusia yang tangguh. Guru harus kebal dengan segala macam penderitaan. Seperti Mahatma Gandi dari India. Mampu berlapar diri, dan meninggalkan kenikmatan dunia. Tak salah bila beliau menjadi tokoh terkenal karena ajaran kasih sayangnya kepada sesama.
Bila kita tak mau hidup susah dan mengalami penderitaan janganlah menjadi guru. Jadilah pejabat yang berjas safari berwana biru. Berpakaian rapi setiap hari. Memiliki ruangan yang ber-AC pendingin, dan pergi pulang diantar dengan supir yang selalu setia menemani. Itulah keseharian para pejabat negeri ini yang ingin dihormati.
Jangan mimpi mau hidup enak bila menjadi guru. Sebab guru bukanlah sebuah pekerjaan yang menjanjikan. Tetapi bila engkau menjadi guru profesional, maka segala macam kemiskinan akan mingser dari hadapanmu. Itulah beberapa hal yang saya ingat dari pertemuan saya dengan Mas mampu Onno, seorang guru yang menginspirasi dari Jawa Tengah di kongres pertama Ikatan Guru Indonesia (IGi) yang dilaksanakan di gedung serbaguna kementrian pendidikan nasional beberapa waktu lalu.
Lalu Bagaimana caranya agar seorang guru menjadi guru Profesional?
Caranya, mulailah instrospeksi diri sebagai guru. Barangkali kita belum menjadi guru tangguh berhati cahaya. Lalu mulailah belajar ajaran agama dengan benar, dan lihatlah kisah Rasul Muhammad ketika menjadi guru. Bacalah sirah nabawiyah, dan ikuti jejak sang nabi. Rasulullah Tak pernah mengeluh meski cuma satu baju yang ada di tubuhnya. Bahkan, dia jahit sendiri pakaiannya ketika robek, dan dia cuci sendiri pakaiannya itu tanpa menyuruh orang lain. Bukan itu saja, Rasul Muhammad mampu menahan haus dan lapar dengan rajin berpuasa di hari senin dan kamis.
Jadilah guru dengan mencontoh seorang Muhammad. Tegar di tengah badai, dan tak cepat putus asa. Baginya Allah pasti akan menolongnya. Sebab guru tangguh itu akan diberikan cahaya yang tak pernah padam. Guru tangguh berhati cahaya akan diberikan kepada mereka yang memiliki sifat kenabian. Sifat tabligh, sidiq, amanah, dan fathonah (STAF) akan masuk ke dalam tubuhnya dengan sempurna. Semua itu terjadi melalui proses tarbiyah islamiyah yang dilakukan terus menerus.
Jadilah guru yang jujur dan senantiasa berkata benar. Pantang berbohong, dan selalu menegakkan kebenaran. Satu kata antara perkataan dan perbuatan. Selalu jujur dalam keseharian. Tidak sombong dalam ucapan, dan senantiasa merendahkan hati.
Jujur harus menjadi panglima utama seorang guru. Bila seorang guru jujur, maka dia akan berhati cahaya. Dia akan menjadi guru tangguh berhati cahaya. Dia pun akan dengan mudah memberikan ilmu kejujurannya kepada para peserta didiknya. Kejujuran kunci keberhasilan, dan kesuksesan. Itulah yang harus ditanamkan pada pendidikan karakter dan budi pekerti di sekolah-sekolah kita di Indonesia.
Jadilah guru yang mampu menyampaikan ilmunya. Mampu mentransferkan ilmunya dengan baik kepada para peserta didiknya. Tidak melulu menggunakan metode ceramah, dan mampu mempelajari berbagai metode pembelajaran.
Seharusnya ada banyak metode baru dalam pembelajaran yang semestinya dikuasai oleh seorang guru profesional. Mampu membuat pembelajaran itu menjadi menyenangkan, dan ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis diambil airnya.
Itulah sosok guru yang mampu menjalankan sifat tabligh dengan baik, dan benar. mampu meninggaalkan cara-cara lama, dan segera hijrah ke cara-cara baru yang lebih seru dalam mengajar dan mendidik anak. Calon pemimpin masa depan, dan menjadi harapan bangsa ini.
Di tangan mereka estafet kepemimpinan ini akan dipegang. Kita sebagai guru harus mampu mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya.
Jadilah guru yang dapat dipercaya. Jadilah guru yang bertanggung jawab. Penuh amanah dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Mampu mengajar sekaligus mendidik. Hal yang paling penting, guru yang amanah adalah guru yang mampu memotivasi dirinya, dan peserta didik untuk mampu menjadi orang terpercaya. Orang terpercaya akan menjadi seorang pemimpin atau leader. Itulah contoh kepemimpinan yang telah dicontohkan nabi muhammad yang bergelar al amin.
Jadilah guru yang cerdas. Dengan menjadi guru yang cerdas, anda tak akan pernah kehabisan ilmu. Ilmu anda sebagai guru akan terus bertambah seiring dengan terusnya anda melakukan proses membaca, dan belajar sepanjang hayat. Jangan pernah untuk berhenti belajar dan sekolah.
Budaya baca, dan meneliti harus ada dalam diri seorang guru yang cerdas. Sebab kecerdasan itu akan diperoleh kalau kita rajin membaca, dan senang mengikat ilmu dengan cara menuliskannya. Jadilah guru yang fathonah. Guru yang cerdas, guru yang senantiasa rajin membaca buku, dan menambah ilmu baru. Guru yang kreatif, dan tidak puas dengan ilmunya saat ini. Belajar sepanjang hayat harus terus dilakukan bila anda ingin menjadi guru tangguh berhati cahaya.
Guru tangguh behati cahaya adalah guru yang memiliki sifat sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah. Memiliki sifat kenabian yang telah dicontohkan oleh nabi dan rasul Muhammad ketika menjadi seorang guru. Mampu menjadi seorang pemimpin, dan menjadi panutan dari orang yang dipimpinnya.
Guru tangguh berhati cahaya tak akan pernah mengeluh dalam hidupnya. Baginya berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman akan menjadi ladang amal yang tiada teputus. Oleh karenanya guru tangguh berhati cahaya akan selalu tersenyum, dan menantang hari esok dengan penuh optimisme yang tinggi.
Boleh jadi, teman saya seprofesi yang dipecat di atas sedang diuji untuk naik kelas menjadi guru tangguh berhati cahaya. Dipecat dari sekolah negeri, segeralah mengabdikan diri di sekolah swasta. Jangan takut bergaji kecil, karena guru tangguh berhati cahaya tak pernah melihat besar kecilnya gaji.
Pernah suatu ketika saya memberikan motivasi kepada guru-guru di Taman Pendikan Al-quran (TPA) Nurul Quran yang kami kelola. Gaji guru di TPA kami tidaklah terlalu besar. Mereka hanyalah bergaji Rp. 300.000 (tiga ratus ribu) saja sebulannya. Namun semangat mereka dalam mengajarkan ilmu al-quran luar biasa. Sebab menjadi guru ngaji adalah kontrak mati dia dengan Sang Maha Pemberi Rezeki. Allah SWT.
Walaupun bergaji kecil, mereka tetap semangat, karena Allah akan memberikan mereka rezeki dari pintu yang tak akan terduga datangnya manakala kita bertakwa kepadaNya. Orang bertakwa itu tak akan pernah miskin harta dalam hidupnya, sebab janji Allah itu pasti adanya. siapa banyak memberi, dia akan banyak menerima.
Alhamdulillah guru-guru TPA di tempat kami mampu menjadi guru tangguh berhati cahaya. Mereka yakin Allah mboten sare. Allah tidak tidur dan tahu dengan para hambaNya yang takwa. Rezeki dengan sendirinya akan mengalir manakala kita bertakwa kepadaNya.
Hal yang terpenting dilihat seorang guru tangguh berhati cahaya adalah sudahkah dia menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain. Jadilah guru yang dirindukan peserta didiknya. Seorang guru yang mampu memberikan inspirasi bagi para peserta didiknya untuk maju, dan menjadi orang yang terampil dalam kepakarannya. Jadilah guru yang pakar di bidangnya masing-masing. Guru matematika misalnya, seharusnya mampu menjadi pakar dalam mata pelajaranya. mampu berbenah diri dari ilmu yang dikuasainya.
Jadilah guru tangguh berhati cahaya. Baginya, hidup adalah memberi dan bukan menerima. Seharusnya, para guru-guru kita harus mampu untuk memberi dan bukan menerima. Bila kita memberi lebih banyak, maka kita akan menerima lebih banyak lagi. Itu sudah rahasia Allah yang tak bisa terbantahkan. Silahkan anda mencobanya. tak akan pernah orang yang hidupnya selalu memberi hidupnya miskin. Sebab guru yang sering memberi seperti sang surya yang menerangi dunia.
Guru tangguh berhati cahaya adalah guru yang kaya karena falsafah hidupnya. “Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah”. Oleh karena itu jiwa entrepeneurship harus ada dalam diri seorang guru. Mampu mengembangkan kewirausahaan dalam dirinya, karena mampu menjadi seorang pengusaha yang tangguh dalam bidang pendidikan.
Dia yang membuka usaha, dia yang mengajar, dan dia pula yang menggaji dirinya sendirinya. Lihatlah contoh ketika KH. Ahmad Dahlan membuka sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta. Hartanya terkuras untuk membeli fasilitas kelas yang membuat pembelajarannya menjadi menyenangkan. Berbeda dari kelas pada umumnya saat itu. KH. Ahmad Dahlan berani tampil berbeda dengan para guru lainnya. Berani melakukan inovasi baru yang tidak berani dilakukan oleh guru lainnya.
Belajarlah dari sosok KH. Ahmad Dahlan yang memiliki sifat kenabian. Seorang guru yang berhasil membuat organisasi Muhammadiyah membesar hingga saat ini. Beliau adalah salah satu contoh guru tangguh berhati cahaya. Kita bisa mencontoh hal-hal yang telah dilakukannya, dan mari meniti jejak sang guru. Sudahkah anda menonton filmnya? Sebuah film karya mas Anung Bramantyo tentang perjuangan seorang murobbi atau guru KH Ahmad Dahlan, dalam membangun sebuah sekolah yang berkarakter.
Guru Tangguh Berhati Cahaya Masihkah ada?
Guru tangguh berhati cahaya harus semakin banyak dalam kelas-kelas kita. Bukan sekumpulan para guru pengeluh yang hanya meributkan masalah gaji, tapi miskin inovasi. Hidupnya terjebak dalam rutinitas kerja, dan tak pernah ada inovasi baru dalam pembelajarannya. Padahal dia telah hidup dalam era digital dengan peserta didik yang melek teknologi dan internet. Sebuah generasi baru yang harus didampingi dengan guru tangguh berhati cahaya. Dia harus mampu menjadi pemandu dalam berselancar di dunia maya.
Guru tangguh berhati cahaya harus semakin banyak di sekolah kita. Mereka harus ada dalam sekolah-sekolah kita bila bangsa ini ingin maju. Guru yang mampu membawa perubahan negeri, dan bukan melulu meributkan soal gaji. Mereka berlomba soal prestasi dengan semangat yang tinggi.
Sertifikasi guru seharusnya mampu melahirkan guru tangguh berhati cahaya. Namun karena sistem yang dibangun bukan lagi sistem yang amanah, maka kita dapatkan guru-guru kognitif yang selalu menghitung-hitung portofolionya agar lulus sertifikasi guru. Bukan guru-guru kreatif yang penuh dedikasi tinggi dalam mengajarnya. Baginya, pembelajaran bukan hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas.
Begitu tunjangan profesi diperoleh guru kognitif, bukan buku yang dibelinya. Bukan pula digunakan untuk mengembangkan kemampuan diri. Tapi justru digunakan hanya untuk urusan seputaran hawa nafsu, dan kekayaan materi seperti membeli mobil dengan cicilan dari hasil sertifikasi guru.
Guru tangguh berhati cahaya tidaklah seperti itu. Tunjangan profesi yang didapatnya digunakan untuk mengembangkan dirinya menjadi guru profesional. Belajar dan terus belajar agar dirinya menjadi seperti mata air yang tak pernah habis diambil airnya. Mampu menjadi tauladan dan memiliki sifat kenabian.
Semoga kita salah satu guru yang telah mampu menjadi guru tangguh berhati cahaya, seorang guru yang mampu menjadi seorang motivator dan membuat dirinya tak pernah sepi dari rasa kasih sayang peserta didiknya yang haus akan ilmu dan kedamaian hakiki.
Guru tangguh berhati cahaya sudah dicontohkan oleh sosok KH. Akhmad Dahlan. Tinggal kini kita mengambil ibroh atau pelajaran penting agar mampu untuk menjadi sosok seperti itu. Setidaknya kita telah menjadi sosok guru ideal seperti Ki hajar Dewantoro dengan “tut wuri handayani” yang terkenal itu. Pastilah kita bersetuju kalau Ki Hajar Dewantoro adalah contoh dari guru tangguh berhati cahaya. Mari kita meniti jejak sang guru dengan cara membaca kisahnya, dan mengmbil manfaat dari kisah mereka yang dituliskan oleh mereka sendiri sebelum mati.
Guru tangguh berhati cahaya tak akan pernah mati. Sebab dia mengikat ilmunya dengan cara menuliskannya. lihatlah contoh Buya Hamka. Seorang ulama terkenal negeri ini. Jasadnya memang sudah lama mati. Tetapi ajarannya akan terus abadi, karena beliau telah menuliskannya sebelum mati. Kita pun dibuat terharu bila membaca hasil karya mereka yang luar biasa. Mari kita menjadi guru tangguh berhati cahaya.
Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Filosofi Air Dalam Teko
September 28th, 2011, posted in Mimpi IndahPersembahan dari : http://www.sembabiawan.com
Apakah mungkin terjadi, jika di dalam sebuah teko yang berisi air teh, tiba-tiba pada saat dituang berubah menjadi kopi ?, atau apakah mungkin jika air yang ada dalam teko kotor, maka pada saat dituang air itu berubah menjadi bersih ?, pasti akan tetap kotor dan tidak mungkin menjadi bersih, artinya apa yang ada di dalam teko akan pasti sama dengan yang keluar di mulut teko.
Demikian juga halnya dengan interaksi sehari-hari (yang menggunakan Ucapan dan Sikap dalam menyampaikan keinginan). Kita biasa mengatakan “Jaga Mulut Kamu”, yang sebenarnya itu adalah salah kaprah. Mulut tidak bisa dijaga karena ia berada di bawah perintah, makanya ia boleh berkata : ”Jangan salahkan saya dong, saya hanya menjalankan perintah”. Sama halnya dengan mulut teko, juga tidak mau disalahkan karena mengeluarkan air kotor, “Habis, air yang di dalam tekonya kotor”, katanya.
Tentu kita tidak bisa menyalahkan bahwa orang yang sedang marah mengeluarkan kata-kata kasar, membentak, mata melotot dan menggabrak meja, bahkan mungkin semua nama binatang di Ragunan meluncur dari mulutnya, karena itulah refleksi dari Suasana Hati yang sedang dirasakannya.
Suasana Hati, wilayah inilah yang harus dikontrol, karena di sinilah pusat pengendalian terhadap ucapan dan sikap kita dalam berkomunikasi. Kita tentu memilih kata-kata yang menyenangkan pada saat suasana hati kita dalam keadaan senang, tapi kita tidak mungkin berucap dan bersikap menyenangkan pada saat kita kesal.
Seorang pemain sinetron tidak bisa bersikap dan mengucapkan kata-kata yang mencerminkan kesedihan, karena pada saat itu suasana hatinya masih riang gembira. Selama suasana hatinya masih diliputi kegembiraan maka take dan cut akan terus meluncur dari mulut sang sutradara.
Suasana Hati. Hati yang mana ?, Hati yang penyakitnya Hevatitis A, Hevatitis B ?, yang letaknya antara rongga dada dan rongga perut ?. Tentu tidak. Itu namanya Lever. Lalu hati yang mana ?, dan di mana letaknya di tubuh kita manusia, yaitu hati yang penyakitnya ria, iri, dengki, sombong ?.
Bahasa ”Suasana Hati” adalah bahasa awam, dan karena yang dimaksudkan dengan ”Hati” ini adalah salah satu bagian dari otak kita , maka mungkin istilah yang lebih tepat adalah ”Warna Pikiran”.
Salah satu syarat keberhasilan komunikasi adalah Warna Pikiran dari pihak yang melakukan komunikasi tersebut dalam keadaan jernih dan tidak diliputi oleh pikiran yang negatif seperti kesal, angkuh, prasangka buruk, melecehkan, dan sebagainya, seperti jangan memanggil dan menasihati anak buah pada saat suasana hati Anda marah dan kesal terhadapnya, karena tujuan Anda untk menyadarkannya tidak akan tercapai. Yang tercapai adalah bahwa Anda menjadi plong karena sudah memuntahkan kemarahan Anda kepadanya.
Jadi, pesan yang ingin disampaikan oleh Filosofi Air Dalam Teko ini adalah bersihkan air di dalam teko, baru dituang, atau jernihkan suasana hati, baru ngomong.
Salam, Semba Biawan
Apakah Guru Sudah MERDEKA ????
August 16th, 2011, posted in Mimpi IndahIndonesia kembali Merdeka, penyelamatan Bumi Indonesia sebenarnya tergantung dua Profesi GURU dan Dokter, Profesi Guru sebagai ujung tombak bangsa dan genarasi muda sangat dipertaruhkan, maju dan tidak bangsa ini tergantung 7 tahun mendatang, kalau guru mulai konsentrasi mengajar dengan kebutuhan pribadi maka bisa jadi bangsa ini akan maju.
Dokter memberi pengatahuan tentang pengobatan dan Vitamin2 bagi anak bangsa, agar otaknya bisa menerima materi dari Guru.
Guru tdk bisa diabaikan begitu saja pada bumi Indonesia tercinta ini, apakah Guru sudah Merdeka ????
1. Masih saja ada Guru yg menerima Gaji 3 bulan sekali.
2. Masih saja ada guru menerima gaji tdk sesuai Profesional.
3. Masih saja ada sekolah swasta (Yayasan) yg memperbudak guru untuk mencari keuantungan pribadi .
4. Masih ada saja Guru yang anaknya sediri tidak bersekolah dgn baik.
5. Masih ada saja Guru bekerja menyambil (Sampingan) demi keluarga.
6. Masih ada saja penilaian Guru yg kurang bagus.
7. Masih ada saja Guru tdk dihormati orang tua, dianggap sebagau buruh (Karena dibayar).
8. Masih ada saja Guru yg tdk dihargai setelah pensiun.
Kalau ada yg bertanya siapa suruh menjadi Guru ?, pertanyaan ironis, karena ada yg menjadi guru karena Cita-cita (Iklas) ada juga karena tuntutan ekonomi.
Lebih baik jangan kita persoalkan, tapi maukah kita menghargai guru pada saat hari Kemerdekaan ini……., dengan membuat mereka bangga menjadi Guru, karena Pahlawan yg masih berjuang abad ini hanyalah Guru, kalau mau jadi Pahlawan, syaratnya mati dulu.
Indonesia….merah darah Ku
Putih tulang
Pucat wajah Ku, habis bensin Ku, mogok Motor Ku
Indonesia……merah darah ku
Senyum indah ku - indah perkataan Mu
Gebyar…gebyar pelangi cinta Ku.
Guru belum sepenuhnya Merdeka, Masih banyak hak-hak nya terampas, siapa yang peduli, bangsa ini sibuk mengurus diri masing-masing, bersatu lah GURU INDONESIA, Jadi kan anak bangsa bisa manfaat bagi kehidupan selanjutnya…..
MERDEKA……………………….

Hijau Bogor Ku, Hijau Angkot Ku
July 31st, 2011, posted in Mimpi IndahNah…hari ini saya melihat di kota bogor hijau menyatu di segala pelosok jalan, motor saja tidak bisa jalan, kebun raya yg hijau bersaing dengan angkot warna hijau dimana-mana, dan berhenti seenaknya, klakson yg berbunyi seakan-akan kalah dgn suara deru kemacetan hari ini, bogor kota hujan, indah dan juga kota angkot, perjalananku masih jauh tapi sekitar pasar bogor depan kebun raya luarbiasa macet, tapi setelah saya menyelip, ternyata ujung macetnya tdk jauh, ternyata ratusan angkot sedang parkir seeanknya di tengah jalan.
Kalau anda pernah ke Tugu di bogro seberang Botani Mall maka Angkor hijau ini sangat terlihat jelas berjejer dilampu merah, keliahatan bogor memang hijau oleh angkot, kalau andamasuk kabupaten maka angkot berubah warna biru, jangan sekali-kali mengikuti angkot dgn jarak pendek karena pasti anda akan menabrak angkot,karena berhenti se enaknya, pokoknya kota bogor dan jalan rayanya milik sopir angkot.
Pemerintah setempat tdk pernah ada solusi untuk mengurangi angkot, tapi lebih jago buat trek baru untuk sopir angkot, bukan kota bogor namanya kalau tdk ramai dgn angkot. Polusi Udara di bogor sebagaian sumbangan angkot dalam kota.
Hijau bogorku, hijau angkotnKu
Cicurax and way and great Blog
July 24th, 2011, posted in Mimpi IndahCuaca pagi masih cukup di kota bogor, saat-saat pada blog Bonus02 berkumpul di cemplang, untuk share asiik dan santai, satu persatu rekan-rekan blog hadir, dgn semangat ketemu para Blogger dari jakarta :
tanyasaj.blogdetik (Kang Joel) and suamimalas.blogdetik.com (Kang Reza), ternyata banyak yg didapat dari para blogger, dgn hidangan ubi dan pisang rebus dgn hidangan daun menunujukan kepedulian kepada alam dan lingkungan, para blogger mulai diskusi, dari Kang Joel para Bonus02 blogger mendapat banyak cerita mengenai minat ,menulis, dan motivasi dari suamimalas.blogdetik.com mendapat motivasi memanfaatkan cara menulis dan hasil yg didapat, Kopdar ini sangat menyenangkan dan dihadiri oleh 40 org anak muda yang semangat dengan misi ngblognya, semua berjalan dgn lanjar dilanjutkan diskusi secara personal dihalaman depan dibawah pohon yg rindang dan udara hangat siang.
Hari ini sangat istimewa dgn kehadiran para blogger, semoga ini bisa memberi semangat kepada anak-anak muda untuk tetap ngblog dan menulis. Saya sebagai Guru hanya memberi Motivasi dan semanat , semoga semua manfaat……..amiinnn

Aku dan Siswa Ku
July 19th, 2011, posted in Mimpi IndahHari ini siswa ku bernama Dian penasaran yang namanya web blog dia terus perhatikan apa yg saya buat, akhirnya mulailah belajar




